Lewati ke konten →

Tag: skripsi

Copycat is More Dangerous than Tomcat!

“Plagiaris adalah seorang pencuri, sekaligus pendusta.” -Sudigdo Sastroasmoro-

29/01/2013, saya googling untuk mencari referensi beberapa hal berkaitan dengan pekerjaan saya. Google –si mbah yang konon tahu banyak hal- pun memberikan daftar rujukan, salah satunya adalah web Lontar UI. Saya membukanya. Selesai membaca apa yang ingin saya tahu, dan karena sudah terlanjur ada di laman Lontar UI, saya iseng untuk mencari beberapa skripsi karya teman-teman saya. Khususnya teman-teman saya yang telah menulis skripsi berkaitan dengan cabang ilmu linguistik.

Gotcha! Saya menemukan satu skripsi milik teman seangkatan saya saat masih kuliah. Kemudian saya langsung mengunduh. Saya buka dan baca halaman demi halaman. Tetiba saya merasakan kegetiran di bibir. Saya mulai merasakan keanehan ketika melihat jenis font yang tidak konsisten di skripsi tersebut. Ada yang menggunakan font Times New Roman, ada juga yang menggunakan font AGaramond (font favorit saya dan kawan karib saya).

Lanjut baca Copycat is More Dangerous than Tomcat!

3 Comments

Kilas Balik; 8 Fakta Mengenai Skripsi Empu

Rindu, itulah rasa yang sedang dialami empu saat ini. Rindu masa-masa kuliah; canda, tawa bersama teman-teman, dan yang paling utama adalah rindu terhadap kenikmatan saat penulisan skripsi. Bagi empu, masa saat-saat penulisan skripsi adalah masa yang menyenangkan, dengan pelbagai problema yang ada tentunya. Saat itu, acapkali pikiran-pikiran empu mengalami kepenatan dan kebuntuan, namun itulah sisi nikmatnya, empu dituntut untuk terus kreatif dan berpikir untuk menganalisis permasalahan yang empu angkat dalam…

Lanjut baca Kilas Balik; 8 Fakta Mengenai Skripsi Empu

3 Comments

Gajah Mati Meninggalkan Gading

Bermula dari keisengan menulis sebuah status di salah satu situs jejaring sosial,

“Harimau mati meninggalkan belang,
Gajah mati meninggalkan gading,
Mahasiswa lulus meninggalkan….?”

Tak disangka, ada 5 komentar yang memberikan jawaban berbeda. Berbeda dari sisi retorika dan dari sisi makna,

1.      Mahasiswa lulus meninggalkan kampus
2.      Mahasiswa lulus meninggalkan seribu pertanyaan
3.      Mahasiswa lulus meninggalkan kotoran

Lanjut baca Gajah Mati Meninggalkan Gading

2 Comments

Skripsi; Wujud Aktualisasi Diri?

Momok itu bernama skripsi, begitulah menurut beberapa mahasiswa semester akhir. Bagi sebagian besar universitas di Indonesia, skripsi memang dijadikan sebagai penentu kelulusan.  Skripsi dijadikan sebagai parameter dalam menilai kredibilitas mahasiswa apakah layak menyandang gelar S1 atau tidak. Dan mau tidak mau, mahasiwa pun harus menempuh jalur itu.

Dirunut dari sisi historis, tradisi akademis skripsi berasal dari Prancis (Fuad Hasan, 2006, melalui Sanaky, 2008). Skripsi (scriptum, tulisan) mulai dikenal pada abad ke 12 sebagai wahana untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan yang dirumuskan selama perkuliahan umum (stadium general) sebagai syarat kelulusan. Lalu, dalam perkembangannya –terutama dalam dunia akademis di Indonesia- apakah skripsi benar-benar menjadi syarat pamungkas untuk menentukan kelulusan? Memang, pada awalnya skripsi dijadikan sebagai syarat wajib. Namun skripsi tidak lagi wajib semenjak dikeluarkannya PP No. 60 Tahun 1999 Pasal 16 Ayat 1, ”Ujian akhir suatu program studi suatu program sarjana dapat terdiri atas ujian komprehensif atau ujian karya tulis, atau ujian skripsi” (Cetak tebal dari penulis).

Lanjut baca Skripsi; Wujud Aktualisasi Diri?

3 Comments