Lewati ke konten →

Ngomong Sama Kaca

Seringkali kita tahu apa dan mana jalan kebenaran,
hanya saja kita merasa berat untuk menapakinya.

Seringkali, kita bermaksiat dalam sepi,
lupa bahwa ada Rabb yang Maha Melihat dan 2 malaikat yang mencatat.

Seringkali, kita sibuk dengan aib dan kesalahan saudara-saudara kita,
tetapi lupa dengan aib dan kesalahan diri yang lebih melegamkan hati.

Seringkali, kita berharap kesempurnaan saat mencari calon pasangan hidup,
tetapi lupa kadar diri sendiri.

Seringkali kita berkata, “SUATU SAAT aku akan bertaubat”.
lupa bahwa mereka yang sekarang berada di kubur juga pernah mengatakannya.

Belum, (se)belum terlambat, nafas masih di kerongkongan.
Mari benahi diri gapai ampunan Ilahi.

أَللَّهُمَّ  أَرِنَا الحَقَّ حَقًّا وَارْزُقْنَا  اتِّبَاعَهْ


وَأَرِنَا البَاطِلَ بَاطِلًا وَارْزُقْنَا اجْتِـنَابَه


“Wahai Allah, tunjukkanlah kami yang benar itu sebagai kebenaran,dan karuniakanlah kami kekuatan untuk mengikutinya.
Tunjukkanlah kami yang batil itu sebagai kebatilan dan karuniakanlah kami kekuatan untuk menjauhinya.”

Jakarta, Ramadhan 1432

 

Published in Prosodi Hati

2 Comments

  1. Iq, gimana kabar? jare antum wis nikah y? posisi nang ndi saiki?

    • hehe, iyo, walhamdulillahilladzi bini’matihi tathimusshalihaat…
      kyknya ana dah ngabarin antum dah
      ana balik ke depok, sktr fatahillah

      antum dari Cina? dapat akhwat cina buat dinikahi? :p

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *