Lewati ke konten →

Kategori: Celoteh Pribadi

Sekadar celoteh pribadi tentang pelbagai peristiwa yang terjadi

Makna Ucapan “Bekerjalah untuk Duniamu…”

Seperti biasa, sejak saya tinggal di bilangan Jakarta Barat, saya selalu menunaikan Shalat Jumat di Masjid Komplek Perumahan BULOG. Walhamdulillah, hari ini -28 Oktober 2011- saya mendapat faedah ilmu dari sang khatib. Di tengah khutbah (di tengah? Ya, saya akui saya terlambat ke masjid, tapi dengan udzur syar’i, insyaAllah; hujan deras) beliau menjelaskan tentang perkataan Ibnu ‘Amr –radhiallahu ‘anhumaa– (bukan hadits Rasulullah –shallallahu ‘alaihi wasallam-): اعمل لدنياك كأنك تعيش أبدا…

Lanjut baca Makna Ucapan “Bekerjalah untuk Duniamu…”

2 Comments

Hermeneutika Kitab Suci

Hari ini, ketika melakukan aktivitas blogwalking, secara tidak sengaja saya disuguhi sebuah artikel yang cukup menggelitik memori saya saat masih mengenyam dunia perkuliahan. Memori tentang kuliah filsafat dasar, tepatnya mengenai metode hermeneutika (sebuah metode yang sudah dikenal sejak zaman Yunani kuno untuk menginterpretasi manuskrip, naskah, dan lain sebagainya). Berbeda dengan apa yang diungkapkan oleh dosen saya dulu, yang cenderung bermain aman, artikel yang saya baca ini terkesan cukup berani; berani…

Lanjut baca Hermeneutika Kitab Suci

3 Comments

Cinta Adalah Kecenderungan Hati, Begitu Pula Pekerjaan

Cinta adalah kecenderungan hati, itulah kalimat ringkas yang diutarakan oleh Abu ‘Abdillâh Muhammad bin Bakr, atau yang biasa kita kenal dengan nama IbnulQayyim al-Jauziyyah –rahimahullâh-. Sebuah pendefinisian ringkas tentang makna cinta, tetapi mempunyai arti yang mendalam. Namun, bukan kalimat itu yang akan dibahas dalam celoteh ini. Bukan tentang cinta, melainkan tentang tiga kata terakhir yang terdapat pada judul di atas: begitu pula pekerjaan. Maksudnya, pekerjaan juga merupakan kecenderungan hati yang…

Lanjut baca Cinta Adalah Kecenderungan Hati, Begitu Pula Pekerjaan

Leave a Comment

Kilas Balik; 8 Fakta Mengenai Skripsi Empu

Rindu, itulah rasa yang sedang dialami empu saat ini. Rindu masa-masa kuliah; canda, tawa bersama teman-teman, dan yang paling utama adalah rindu terhadap kenikmatan saat penulisan skripsi. Bagi empu, masa saat-saat penulisan skripsi adalah masa yang menyenangkan, dengan pelbagai problema yang ada tentunya. Saat itu, acapkali pikiran-pikiran empu mengalami kepenatan dan kebuntuan, namun itulah sisi nikmatnya, empu dituntut untuk terus kreatif dan berpikir untuk menganalisis permasalahan yang empu angkat dalam…

Lanjut baca Kilas Balik; 8 Fakta Mengenai Skripsi Empu

3 Comments

Hitam Putih

Cukup lama (bahkan sangat lama) jemari ini tak menulis kata-kata yang terangkai dalam ranah gramatikal, terlalu sibuk dengan kata yang tercecer dalam ranah leksikal. Walaupun tetap menulis, namun bermain dalam ranah leksikal cukup membuat jenuh, bahkan membuat imaji menjadi buntu. Sebenarnya sejak dua bulan yang lalu banyak yang ingin empu gores dan ceritakan untuk mengisi blog ini, seperti cerita tentang sidang skripsi yang berjalan dengan sangat menyenangkan, pasang surut di…

Lanjut baca Hitam Putih

2 Comments

Berselancar Sehat di Dunia Maya

Internet atau sering juga disebut dunia maya merupakan suatu media yang mempunyai jaringan begitu luas dan tidak terbatas oleh kepentingan satu golongan, siapapun bisa berpartisipasi didalamnya, ia seperti jaringan sarang laba-laba yang kelihatannya begitu lembut akan tetapi mempunyai power yang kuat, Ia seperti pisau yang bermata dua, tergantung siapa yang mengendalikannya. Melihat begitu tipisnya jarak antara manfaat dan mudharat yang ada di dunia maya berikut kami berikan beberapa tips yang…

Lanjut baca Berselancar Sehat di Dunia Maya

One Comment

Gajah Mati Meninggalkan Gading

Bermula dari keisengan menulis sebuah status di salah satu situs jejaring sosial,

“Harimau mati meninggalkan belang,
Gajah mati meninggalkan gading,
Mahasiswa lulus meninggalkan….?”

Tak disangka, ada 5 komentar yang memberikan jawaban berbeda. Berbeda dari sisi retorika dan dari sisi makna,

1.      Mahasiswa lulus meninggalkan kampus
2.      Mahasiswa lulus meninggalkan seribu pertanyaan
3.      Mahasiswa lulus meninggalkan kotoran

Lanjut baca Gajah Mati Meninggalkan Gading

2 Comments

Skripsi; Wujud Aktualisasi Diri?

Momok itu bernama skripsi, begitulah menurut beberapa mahasiswa semester akhir. Bagi sebagian besar universitas di Indonesia, skripsi memang dijadikan sebagai penentu kelulusan.  Skripsi dijadikan sebagai parameter dalam menilai kredibilitas mahasiswa apakah layak menyandang gelar S1 atau tidak. Dan mau tidak mau, mahasiwa pun harus menempuh jalur itu.

Dirunut dari sisi historis, tradisi akademis skripsi berasal dari Prancis (Fuad Hasan, 2006, melalui Sanaky, 2008). Skripsi (scriptum, tulisan) mulai dikenal pada abad ke 12 sebagai wahana untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan yang dirumuskan selama perkuliahan umum (stadium general) sebagai syarat kelulusan. Lalu, dalam perkembangannya –terutama dalam dunia akademis di Indonesia- apakah skripsi benar-benar menjadi syarat pamungkas untuk menentukan kelulusan? Memang, pada awalnya skripsi dijadikan sebagai syarat wajib. Namun skripsi tidak lagi wajib semenjak dikeluarkannya PP No. 60 Tahun 1999 Pasal 16 Ayat 1, ”Ujian akhir suatu program studi suatu program sarjana dapat terdiri atas ujian komprehensif atau ujian karya tulis, atau ujian skripsi” (Cetak tebal dari penulis).

Lanjut baca Skripsi; Wujud Aktualisasi Diri?

3 Comments

Lelaki Tua

Lelaki tua, berdiri lemah di hadapanku. Gurat di wajahnya membuktikan bahwa usianya telah senja. Semburat-semburat keletihan nampak jelas di wajahnya, seakan beban berat pernah hinggap di pundaknya. Rona matanya telah memudar. Ya, penglihatannya telah pudar termakan oleh waktu. Operasi katarak yang pernah ”dicoba” dokter pada mata kirinya gagal, setidaknya itu menurutku. Alih-alih sembuh, mata kanannya pun merasa iri, tak mau kalah mengikuti jejak si kiri. Berjalannya pun telah gontai. Dia…

Lanjut baca Lelaki Tua

One Comment

Musang Pun Puasa

mode bahasa betawi:on

Hehe. sebenernye cerita lucu (aneh) eni udah basi. Ni cerite, ane dapetin waktu sholat tarawih di masjid deket kost-an.

Seperti kebiasaan masjid-masjid lain, abis sholat Isya (sebelom sholat tarawih) ada seorang yang membawakan sebuah kultum. Pada saat itu temanya juga tentang puasa Ramadhan. Dengan logat Betawinya yang khas,  dia nanye same hadirin di majlis sholat tarawih itu,

“Bapak-bapak, Ibu-ibu…… kambing puasa gak?”

“pak…bu….kok diem, ngantuk ye…”, imbuh sang khatib.

serentak mereka, majlis sholat tarawih,  menjawab, “gak!

“kambing itu gak puasa, berarti klo gak puasa kayak kambing!” jelas khotib itu.

“hahahahaha” suara tawa anak-anak riuh rendah.

khotib kembali bertanya, “klo ayam puasa gak tong?”

“Puasa…” “enggak….” berbagai macam jawaban keluar dari mulut anak-anak.

khotib berkata,  “Ayam itu puasa, buktinya waktu itu ayam  betelor, trus habis itu, ntu ayam kagak keluar2 dari kandangnye, ntu telor dieremin terus sampai beberapa hari, berarti ayam juga puasa, dan klo elu elu pade kagak puasa, berarti lu tong, kalah ame ayam!”

“hehehehehe”

khotib tanya lagi, “ular puasa gak?”

Lanjut baca Musang Pun Puasa

5 Comments