Lewati ke konten →

Kategori: Celoteh Pribadi

Sekadar celoteh pribadi tentang pelbagai peristiwa yang terjadi

Menggugat Pengakuan Kita sebagai Pecinta Kucing

Kisah Odeet dan Kucing Korban Cat Abuse Tersebutlah kucing bernama Odeet. Bulunya putih, parasnya cantik. Kecantikannya mirip Princess Odette, tokoh animasi garapan Disney. Tentu saja, bagi pecinta kucing, si Odeet lebih lucu dan menggemaskan. Odeet cukup ceria ketika diajak bermain oleh pemiliknya. Walaupun hobinya tidur dan merebahkan diri, sesekali ia tak segan berlari ke sana ke mari, loncat sana loncat sini. Tak ada yang menyangka bahwa di balik mata birunya,…

Lanjut baca Menggugat Pengakuan Kita sebagai Pecinta Kucing

Leave a Comment

Ucapan Ahok, Kata “Pakai” Tetap Penting

“Jangan mau dibohongi pakai Al Maidah 51,” ucap Ahok di hadapan warga Kepulauan Seribu. Perkataan Ahok tersebut tak ayal menjadi viral di Internet. Bola panas pun bergulir. Apalagi kata “pakai” dalam kalimat tersebut sempat hilang di suatu transkrip yang disebarkan. Sebagian (besar) umat Islam merasa ucapan tersebut sebagai bentuk penistaan agama. Ahok telah menuduh Al Qur’an berbohong. Sementara itu, kubu Ahok menyangkalnya dengan menjelaskan adanya kata “pakai”. Argumentasi kembali dibuat…

Lanjut baca Ucapan Ahok, Kata “Pakai” Tetap Penting

Leave a Comment

Prove Me Wrong, Mister Jokowi!

Hari ini, 20 Oktober 2014, bangsa kita melantik presiden baru, Jokowi. Rakyat gegap gempita mengadakan pesta. Selama beberapa masa pergantian kepemimpinan negara yang pernah saya alami, pelantikan inilah yang paling meriah. Bukan sekadar dari sisi pesta rakyat yang diadakan, tetapi juga dari pro dan kontra yang dihadirkan sejak masa pemilihan. Bahkan di detik-detik pelantikan pun masih banyak suara-suara negatif didengungkan. Persoalan asing aseng (yang konon tak sekadar persoalan demarkasi) dan…

Lanjut baca Prove Me Wrong, Mister Jokowi!

Leave a Comment

Jerat-Jerat Jejaring Sosial

Kita hidup di masa ketika arus informasi mengucur deras tanpa kendali, bahkan kita tenggelam dan terhanyut di dalamnya. Untuk mengetahui kabar kawan lama di negeri sana, kita tak perlu repot-repot bertanya, apalagi menemuinya. Kabarnya secara eksklusif nampang di gadget-gadget kita. Bukan cuma kabar baik, kabar putus cintanya pun kita bisa mengetahuinya. Kita tak perlu berlangganan surat kabar untuk mengetahui peristiwa yang terjadi di pelbagai penjuru dunia. Kabarnya secara eksklusif nampang di gadget-gadget kita.…

Lanjut baca Jerat-Jerat Jejaring Sosial

Leave a Comment

Copycat is More Dangerous than Tomcat!

“Plagiaris adalah seorang pencuri, sekaligus pendusta.” -Sudigdo Sastroasmoro-

29/01/2013, saya googling untuk mencari referensi beberapa hal berkaitan dengan pekerjaan saya. Google –si mbah yang konon tahu banyak hal- pun memberikan daftar rujukan, salah satunya adalah web Lontar UI. Saya membukanya. Selesai membaca apa yang ingin saya tahu, dan karena sudah terlanjur ada di laman Lontar UI, saya iseng untuk mencari beberapa skripsi karya teman-teman saya. Khususnya teman-teman saya yang telah menulis skripsi berkaitan dengan cabang ilmu linguistik.

Gotcha! Saya menemukan satu skripsi milik teman seangkatan saya saat masih kuliah. Kemudian saya langsung mengunduh. Saya buka dan baca halaman demi halaman. Tetiba saya merasakan kegetiran di bibir. Saya mulai merasakan keanehan ketika melihat jenis font yang tidak konsisten di skripsi tersebut. Ada yang menggunakan font Times New Roman, ada juga yang menggunakan font AGaramond (font favorit saya dan kawan karib saya).

Lanjut baca Copycat is More Dangerous than Tomcat!

3 Comments

Catatan Ringkas untuk Metro Tv dan Media Massa Lainnya

Malam ini (14 September 2012) lini masa twitter saya dibanjiri dengan hujatan-hujatan terhadap Metro Tv tentang pemberitaannya berkaitan dengan isu terorisme. Sepertinya, Metro Tv mengeluarkan pernyataan yang memojokkan Islam, khususnya media dakwah Rohis[1]. Kata ‘sepertinya’ sengaja saya gunakan karena saya sendiri hanya mengetahui berita tersebut melalui akun-akun yang saya ikuti. Saya tidak membaca/mendengar/melihat secara langsung apa yang dikemukakan oleh Metro Tv, baik di tv, situs berita, ataupun akun twitter resmi…

Lanjut baca Catatan Ringkas untuk Metro Tv dan Media Massa Lainnya

Leave a Comment

ما أضعف نفسي

«ما أضعف نفسي» ما أضعف نفسي                      قد شعرت بشديد العشق إليك إنّ الماضي يستقرّ في قلبي              فلا أستطيع أن أنساك          حاولت أن أكون رجلاً لا مبالي      بل جرح قلبي إذا سمعت حالك          ما أضعف نفسي                     أرجو الله أن يغفرني ويحفظك   جاكرتا، 24-07-2012 الفقير إلى مغفرة ربّه، أحمد فائق (Sekedar prosodi-prosodian, tidak perlu dikaitkan dengan ilmu ‘arudh dan qawafi. Kemampuan bahasa Arab saya juga…

Lanjut baca ما أضعف نفسي

2 Comments

Cinta pada Pandangan Pertama

Dari dulu saya tak pernah percaya pada makna sebuah frase cinta pada pandangan pertama. Bagi saya, cinta adalah sebuah rasa istimewa yang tidak akan lahir begitu saja. Mencintai tak secepat membuat mie instan. Mencintai juga tak secepat layanan delievery PHD yang katanya cuma 30 menit. Mencintai membutuhkan waktu dan proses yang agak lama. Ya, cinta butuh proses. Mungkin ada di antara kalian yang bertanya, tahu apa kau tentang cinta? Saya…

Lanjut baca Cinta pada Pandangan Pertama

2 Comments

Negeri Para Komentator

لو سكت الجاهل ما انتشر الجهل

“Seandainya orang-orang yang bodoh itu diam, niscaya kebodohan tidak akan tersebar”

Ada komentar menarik yang saya baca hari ini (31/3) di blog anakui.com. Komentar yang cukup mengena, terutama bagi orang-orang yang mau mengambil pelajaran di setiap keadaan. 😀

Salah satu mahasiswa UI (jurusan ‘tertentu’) menulis opininya berkaitan dengan kenaikan BBM. Dia membandingkan harga BBM di Indonesia dengan harga BBM di luar negeri, salah satunya Amerika. Konklusinya –menurut dia- harga BBM di Indonesia sangatlah mahal. Forget it, bukan itu yang menarik perhatian saya, tetapi salah satu komentar di artikel tersebut yang ditulis oleh mahasiswa FE UI.

Lanjut baca Negeri Para Komentator

2 Comments